Kamis, 11 April 2013

Pengantar Komputasi Cloud

    Sekarang ini salah satu tema yang paling populer di dunia IT ini apa sih? ya pasti nya Cloud Komputing tapi walaupun sering dibicarakan belum semua orang paham apa yang dimaksud dengan Cloud Komputing baik itu dari segi teknologi maupun bisnis karena alasan itulah saya sebagai mahasiswa yang berkecimpung di dunia IT ingin berbagi dengan para netizen sedikit penjelasan tentang cloud komputing dan bagian - bagiannya yang lebih ditekankan kepada aspek teknologi.

Pertama - tama yang akan saya jelaskan adalah definisi dari Cloud komputing itu sendiri

Cloud Komputing menurut bahasa terdiri dari 2 bahasa yaitu "Cloud" dan "Komputing". Cloud berarti awan yang merepresentasikan internet karena dalam dunia networking internet di gambarkan sebagai awan, sedangkan Komputing adalah proses komputasi jadi secara terminologi bisa dikatakan Cloud komputing adalah sebuah proses komputasi yang "terjadi" di dalam dan di salurkan melalui internet.

Dari sudut pandang kita sebagai pemakai atau end-user cloud komputing adalah pemindahan semua proses komputasi dan pelayanannya yang biasa kita dapatkan melalui komputer fisik ke media internet, hal ini berarti  kita dapat melalukan proses komputasi baik itu skala kecil atau besar dimanapun kita berada asalkan terhubung ke internet.

Dan kalau kita lihat dari sudut ilmu komputer Cloud computing adalah perluasan dari konsep pemrograman berorientasi objek abstraksi. Abstraksi, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, menghapus rincian kerja yang kompleks dari visibilitas. Semua yang terlihat adalah sebuah antarmuka, yang menerima masukan dan memberikan output. Bagaimana output ini dihitung benar-benar tersembunyi.





Setelah cukup paham tentang cloud komputing kita lanjutkan ke GRID komputing,

Grid computing sebenarnya merupakan sebuah a pengembangan dari jaringan komputer (network). Hanya saja, tidak seperti jaringan komputer konvensional yang berfokus pada komunikasi antar piranti (device), aplikasi pada Grid computing dirancang untuk memanfaatkan sumber daya pada terminal dalam jaringannya. Grid computing biasanya diterapkan untuk menjalankan sebuah fungsi yang terlalu kompleks atau terlalu intensif untuk dikerjakan oleh satu sistem tunggal.



Dalam pengertian yang lebih teknis, Grid computing merupakan sebuah sistem komputasi terdistribusi, yang memungkinkan seluruh sumber daya (resource) dalam jaringan, seperti pemrosesan, bandwidth jaringan, dan kapasitas media penyimpan, membentuk sebuah sistem tunggal secara vitual. Seperti halnya pengguna internet yang mengakses berbagai situs web dan menggunakan berbagai protokol seakan-akan dalam sebuah sistem yang berdiri sendiri, maka pengguna aplikasi Grid computing seolah-olah akan menggunakan sebuah virtual komputer dengan kapasitas pemrosesan data yang sangat besar.

Menurut definisi Grid Computing (Komputasi Grid) merupakan salah satu dari tipe Komputasi Paralel, adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer terpisah secara geografis namun tersambung via jalur komunikasi (termasuk Internet) untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Semakin cepat jalur komunikasi terbuka, maka peluang untuk menggabungkan kinerja komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah menjadi semakin meningkat. 

Dari 2 hal yang telah saya jelaskan diatas bisa dilihat perbedaannya dimana cloud computing adalah konsep yang berorientasi pada software dan hardware dimana keduanya saling berkerja untuk memberikan output pada user sedangkan GRID komputing berorientasi pada hardware saja dimana sekumpulan hardware bekerja sama untuk menyelesaikan satu tugas dan hasil dari banyak kumpulan hardware tersebut di kirimkan ke server pusat lalu di gabungkan dan menjadi output.

Selanjutnya kita masuk ke bagian virtualisasi , 

Virtualilsasi adalah sebuah teknologi yang memungkinkan kita mempunyai bentuk virtual dari sebuah komputer fisik contohnya komputer server, storage, bahkan jaringan virtual. Tujuan pembuatan virtualisasi itu sendiri adalah untuk melakukan penghematan resource contohnya  sebuah perusahaan besar dengan banyak aplikasi yang diperlukan untuk menjalankan proses bisnis perusahaan. Banyak biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk berinvestasi pada server masing-masing aplikasi tersebut. Dengan teknologi virtualisasi memungkinkan agar banyak server-server aplikasi tersebut digabung menjadi 1 atau beberapa server fisik yang seolah-olah setiap aplikasi memiliki server fisik sendiri. virtualization bisa membuat simulasi resource dan memungkinkan hardware pada komputer dapat menyajikan beberapa layanan (multiple service) secara sekaligus.

Mungkin kita berpikir virtualisasi sama seperti cloud tetapi itu salah, yang benar adalah virtualisasi adalah bagian dari cloud computing, cloud computing menggabungkan virtualisasi dan GRID computing.

Sekarang kita masuk ke Distributed Computing dalam Cloud Computing

Distributed Computing sendiri adalah sebuah teknologi yang memecah sebuah masalah atau proses besar menjadi ke bagian yang lebih kecil yang kemudian distribusi kan ke banyak komputer untuk di proses dan terakhir setelah proses - proses itu selesai lalu digabungkan kembali menjadi sebuah output utuh. Dalam cloud computing jelas di butuhkan Distributed computing agar pemrosesan menjadi lebih cepat dan efisien.

Berlanjut ke Map Reduce dan NoSQL

Map Reduce adalah sebuah framework yang biasa digunakan pada distributed computing, karena sangat sulit untuk membuat program yang di eksekusi secara paralel akhirnya google membuat Map reduce untuk memudahkan programmer dalam membuat aplikasi - aplikasi yang dibutuhkan dalam cloud computing dll.

NoSQL adalah singkatan dari Not Only SQL yang merupakan tipe databasae yang digunakan dalan komputasi terdistribusi semacam cloud computing, database ini berbeda dengan database pada umumnya karena pada NoSQL tidak mengenal konsep schema dan istilah "relation", kalau biasanya kita bisa menggunakan query "join" pada NoSQL tidak bisa karena masing - masing tabel berdiri sendiri alias independen.

dan yang terakhir adalah NoSQL database


Database NoSQL mempunyai beberapa jenis antara lain MonggoDB Cassandra, Couch DB, dll.

NoSQL berorientasi dari berbagai hal seperti di bawah ini yaitu
  1. key-value orriented seperti, cassandra, riak, hypertable, dynamo,dll
  2. document orriented seperti, mongoDB, couchDB,Clusterpoint, SimpleDB,dll
  3. graph orriented seperti,  OrientDB, FlockDB, neo4j, pregel, dll
  4. multivalue database seperti, jBASE, OpenQM, InfinityDB, dll
  5. object database seperti, db40, NeoDatis ODB, JADE, dll

Pada kesempatan kali ini hanya ini yang dapat saya sampaikan mengenai cloud computing mudah - mudahan cukup bermanfaat bagi netizen semua. 

Terima kasih.




Sumber :
http://www.locus.co.id/?pg=13
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_terdistribusi
http://ijalandhika.wordpress.com/2012/10/24/sql-vs-nosql/
http://kopongers.wordpress.com/2012/11/09/cloud-computing-vs-virtualisasi/



Gunadarma






Tidak ada komentar:

Posting Komentar